• Seruan Pengumpulan Arsip Gerakan Anti Kediktaktoran Rezim Militer Orde Baru

    Seruan Pengumpulan Arsip Gerakan Anti Kediktaktoran Rezim Militer Orde Baru

    Reclaiming History: Reflection on  the past and future progressive movement in post-Soeharto Indonesia

    LATAR BELAKANG

    Pameran ini merupakan upaya menghadirkan kembali arsip perlawanan terhadap kediktatoran rezim militer Orde Baru (1966–1998), sebuah periode ketika tradisi progresif di Indonesia dihancurkan secara sistematis. Pembantaian 1965 bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga menjadi titik balik pemutusan sejarah gerakan rakyat yang telah tumbuh sejak 1920-an. Setelah itu, rezim membangun kekuasaannya melalui kombinasi represi dan kontrol ideologis dengan mendorong deorganisasi gerakan, depolitisasi masyarakat, dan deideologisasi ruang publik .

    Namun, di tengah represi yang panjang, muncul berbagai bentuk gerakan progresif yang tersebar dan berkembang. Gerakan mahasiswa menjadi motor penting sejak 1970-an hingga 1998, berkembang dari kekuatan kritik moral menjadi kekuatan mobilisasi massa yang berani menantang kekuasaan. Di sisi lain, lembaga advokasi seperti YLBHI dan berbagai LSM memainkan peran strategis dalam membangun kesadaran politik melalui isu hukum, HAM, dan keadilan sosial. Bersamaan dengan itu, gerakan buruh dan tani mulai bangkit pada 1990-an, menandai keterlibatan langsung kelas pekerja dalam perlawanan terhadap eksploitasi dan ketidakadilan struktural. Selain gerakan akar rumput, muncul PDI (Partai Demokrasi Indonesia) yang bergerak mulai dari dalam sistem politik dan pemilu hingga berkembang menjadi simbol perlawanan yang mampu menarik dukungan massa luas.

    Hingga muncul organisasi politik yaitu PRD (Partai Rakyat Demokratik) yang dalam kondisi politik bawah tanah dan menghadapi represi yang keras, PRD secara konsisten mendorong pengorganisasian rakyat dan berkontribusi dalam eskalasi gerakan menuju kejatuhan Soeharto.

    Pameran yang akan diadakan ini menegaskan bahwa runtuhnya Orde Baru bukanlah hasil dari satu kekuatan tunggal, melainkan akumulasi panjang dari berbagai bentuk perlawanan yang pada akhirnya menemukan momentum historisnya.

    Pada 22 Juli 2026 nanti, kami dari Lembaga Sejarah Sosialis Indonesia berencana mengadakan kegiatan dengan tema “Reclaiming History : Reflection on the Past and Future of Progressive Movement in Post-Soeharto Indonesia”. Bentuk kegiatan yang akan kami lakukan adalah seminar dan pameran arsip yang akan diselenggarakan bertepatan dengan tanggal dideklarasikannya PRD, sebagai salah satu pelopor perjuangan demokrasi melawan Rezim Militer Orde Baru.

    TUJUAN

    • Untuk mengarsipkan, merekonstruksi, dan memulihkan jejak perjuangan yang telah dihapus dari ruang publik sebagai upaya melawan penghapusan sejarah dan penghancuran tradisi literasi kiri yang telah berlangsung sejak 1965
    • Menjadi jembatan yang menyambungkan kembali pengalaman, pelajaran, dan kontradiksi gerakan masa lalu sebagai fondasi bagi pembangunan gerakan yang lebih sadar, terorganisir, dan berkelanjutan.
    • Menjadikan arsip sebagai alat politik untuk membangun kesadaran, memperkuat ingatan kolektif, dan melawan dominasi narasi anti-kiri, pembatasan ruang demokrasi, serta ketimpangan sosial yang terus berlangsung.
    • Membongkar ilusi kekuasaan dan memperkuat kembali gerakan rakyat dalam menghadapi situasi hari ini yang masih berada dalam dominasi imperialisme dan militerisme yang melahirkan berbagai macam bentuk penindasan.

    JENIS ARSIP GERAKAN PADA MASA REZIM MILITER ORDE BARU

    1. DOKUMEN TERTULIS

    • Manifesto, pernyataan sikap, dan siaran pers

    • Koran Pembebasan dan terbitan resmi lainnya

    • Selebaran, brosur, dan materi kampanye

    • Dokumen internal organisasi: notulensi rapat, surat menyurat, laporan kegiatan

    • Putusan pengadilan dan berkas hukum yang berkaitan dengan kriminalisasi aktivis

    • Tulisan, artikel, dan analisis,

    • DOKUMEN VISUAL

    • Foto / Video kegiatan aksi, demonstrasi, dan mobilisasi massa

    • Foto / Video anggota dan kader organisasi gerakan dalam berbagai kegiatan

    • Foto / Video momen bersejarah: sebagai contoh Kudatuli 27 Juli 1996, penangkapan aktivis, pengadilan

    • Foto spanduk, poster, dan atribut perjuangan

    • Foto / Video kondisi tahanan dan kader yang dipenjara

    • Dokumen foto identitas, kartu anggota, atau surat-surat pribadi kader

    • ARSIP AUDIO

    • Rekaman pidato, orasi, dan pernyataan kader organisasi gerakan

    • Rekaman wawancara dengan aktivis dan kader organisasi gerakan

    • Rekaman siaran radio atau liputan media yang berkaitan dengan kegiatan organisasi gerakan

    • Rekaman nyanyian perjuangan dan lagu-lagu gerakan

    Pengumpulan arsip tidak terbatas pada daftar yang telah disebutkan

    CARA PENGUMPULAN ARSIP

    Form : https://bit.ly/formpengumpulanarsip

    CP : + 62 895 1830 4776

    Email : Iss.id@proton.me

    Deadline : 31 Mei 2026

  • Hello world!

    Welcome to NOBLOGS. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!